Senin, 08 Juli 2013

Budaya Organisasi

I. Pengertian dan Fungsi Budaya organisasi

     Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.

b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.

c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

Rabu, 15 Mei 2013

Imbalan dan Hukuman dalam Organisasi



         Organisasi menggunakan berbagai imbalan untuk menarik dan mempertahankan orang-orang dan memotivasi mereka agar mencapai tujuan pribadi mereka dan orgaanisasi. Manajer dapat membantu menciptakan iklim yang menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak tantangannya dan memuaskan. Organisasi memberikan pula hukuman sebagai tindakan dari sikap yang diberikan. Sama seperti imbalan, hukuman Hukuman ialah pemberian suatu kejadian yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positip setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya.

         Disiplin adalah penggunaan beberapa bentuk hukuman atau sanksi jika karyawan menyimpang dari peraturan, tidak semua ketentuan disiplin berbentuk hukuman.
Hukuman mencegah pelaksanaan suatu pekerjaan yang tidak boleh dilakukan, tetapi tidak memberitahu dasar perilaku yang harus diikuti. 

Kamis, 11 April 2013

Pengambilan Keputusan dalam Oranisasi

  1. Definisi
         Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Menurut  Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan dan organisasi mengonseptualisasikan
tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan: (l) Aktivitas inteligens, (2) Aktivitas desain, (3) Aktivitas memilih. Dan definisnya sebagai berikut :

 
a)      Aktivitas inteligensi. Berasal dari pengertian militer "intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
b)      Aktivitas desain. Selama tahap kedua, mungkin terjadi tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
c)      Aktivitas memilih. Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia.
   

Sabtu, 30 Maret 2013

peran komunikasi dalam organisasI

Sebagai makhluk sosial manusia hendaknya mengenal akan pentingnya komunikasi. komunikasi dilakukan karena manusia adalah makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri, membutuhkan orang lain. Bisa melalui organisasi atau tempat berkumpulnya dua atau lebih orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama dan berusaha mencapainya bersama. Dengan adanya kesamaan tujuan bukan berarti manusia dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang lain. Diperlukan kemampuanberkomunikasi yang baik salah satu contohnya. Maka dari itu saya disini menulis tentang peranan komunikasi di dalam organisasi.

1. Pengertian Komunikasi

            Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Rabu, 23 Januari 2013

tugas 4 (tokoh organisasi)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Banyak sekarangng dipimpin  kepemimpinan yang dipimpin oleh wanita. Salah satunya adalah Jerman. Jerman dipimpin oleh seorang kanselir perempuan bernama Angela Merkel. Beliau memimpin Jermandari tahun 2005 dengan loyalitas yang tinggi pada negaranya beliau selalu mendapatkan tempat dihati rakyatnya. Dengan keramahannya beliau senantiasa menjamu dan menebar senyum ketika ada tamu baik dari dalam dan luar negri.

1.2  Tujuan
Tujuan membuat makalah ini adalah :
1.      Memperkenalkan kepada pembaca tentang kepemimpinan Angela Merkel
2.      Menyelesaikan tugas mata kuliah softskill


Senin, 17 Desember 2012

tulisan 2 (perkembangan teknologi)


BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang

            Perkembangan zaman yang pesat membuat orang-orang membutuhkan sesuatu yang mendukung berjalannya kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Salah satu yang paling dekat dengan manusia sehari-harinya ialah teknologi. Teknologi dapat berupa macam-macam. Yang akan dibahas pada makalah ini adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pada zaman dahulu mungkin orang-orang berkomunikaasi menggunakan surat atau telegram untuk mengetahui kabar dari satu orang ke orang lain. Tapi seiring berjalannya waktu maka orang-orang tak perlu lagi mengirim surat atau telegram tapi cukup melalui teknologi yang semakin maju dan beragam sekarang.


B.Tujuan

    Tujuan makalah ini adalah :

1.      Menyelesaika tugas mata kuliah softskill
2.      Memperkenalkan teknologi informasi dan komunikasi



tulisan 1 (kebudayaan papua)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia, adalah negara yang kita cintai. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, dari Pulau Mianggas sampai ke Pulau Rote, memiliki keindahan yang dangat menakjubkan. Keragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa serta kekayaan flora dan fauna, maupun makanan Nusantara mengundang kekaguman bagi siapa saja yang melihatnya. Begitu melimpahnya sumber daya alam dan budaya yang memukau sehingga tak sedikit juga dari beragamnya alam dan kebudayaan tersebut yang belum kita ketahui.
Ambillah contoh tanah paling Timur Indonesia ini, tanah Papua. Di tanah Papua banyak tersimpan misteri, mulai dari hutan yang alami, puncak gunung yang bersalju, pantai yang membentang luas dari rawa menghijau, padang rumput yang sejuk, sungai berkelok, dan masyarakatnya yang ramah menjadikan Papua sebagai salah satu aset sumber daya alam, manusia, juga tempat pariwisata yang patut diperkenalkan dan dipelihara sebaik-baiknya.

1.2  Tujuan
Tujuan dari penulidan ini :
1.      Menyeesaikan tugas softskill
2.      Memperkenalkan kembali tanah Papua